Penyebab Kematian dalam Penyelaman

Pertolongan pada korban (foto divingaccidents.net)

TNI AL berduka. Dua orang perwira mereka meninggal saat latihan penyelamatan pasukan kapal selam (submarine) di Situbondo, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Namun bukan hanya terjadi di Indonesia, di Amerika Serikat, negara yang sangat dikenal sebagai pencetak marinir tangguh (Navy SEAL) ternyata juga kerap dirundung duka karena insiden penyelaman, bahkan saat latihan.

Di Bremerton Amerika Serikat, Eric F. Schellenberger, 36 tahun meninggal pada 7 Mei 2009 dalam kecelakaan penyelaman. Jiwanya tak tertolong saat latihan. Sebelumnya, di ujung November 2008, dilaporkan kematian diver bernama Duy Tran. Tahun 2012, Naval Special Warfare Group melaporkan Ronald Tyler Woodle seorang marinir Amerika Serikat di Key West yang sedianya akan ditempatkan di luar negeri ditemukan tak sadarkan diri lalu tewas selama mengikuti latihan dalam penyelaman.

Banyak orang kemudian mengira-ngira penyebab kematian pada diver tersebut. Tentu sangat mengherankan jika tentara meninggal dalam penyelaman, dengan alasan mereka sangat terlatih dan bisa membaca kecenderungan sebelum dan sesudah penyelaman.

Di Amerika, ada opini para marinir yang tewas tersebut karena menggunakan alat selam khusus, mereka biasanya menggunakan alat Scuba yang nyaris nihil mengeluarkan gelembung dalam air, di ketentaraan, apalagi penyamaran, gelembung berlebih dalam air yang naik ke permukaan akan mudah dideteksi lawan. Ada kecurigaan alat spesial itu rentan jadi penyebab kecelakaan.

Catatan Hasil Riset

Berdasarkan laporan www.thescubasite.com, diperoleh informasi penyebab dan statistik penyebab kematian bagi penyelam, baik pada masyarakat umum maupun tentara. Penyebab utama adalah adalah “tenggelam karena dive error”, adanya emboli gas arteri, ekspansi pernapasan gas berlebih, ini juga terjadi jika ada penyakit paru-paru dan gas tidak didistribusi dengan baik. Selain itu, juga karena serangan jantung atau stroke, trauma yang berujung kematian, DCS atau penyakit decompression, hilangnya kesadaran dengan tiba-tiba.

Selain itu menurut laporan terbaru, bahwa kecelakaan penyelaman baik lomba maupun terbuka (open), yang diuji, ada 947 kejadian antara tahun 1992-2003 berdasarkan penelusuran Dr. P.J. Denoble di Amerika bahwa selain pola yang menyebabkan kematian (COD) tetapi kejadian yang mendominasi kematian tersebut, tenggelam (error) berkurang sekitar 70% dari penyebab tetapi semakin banyaknya kejadian karena “disfungsi organ” yang menyebabkan tenggelamnya pada penyelam.

Lebih dari separuh korban insiden kematian penyelaman karena insiden “kardiak atau emboli gas aterial”. Jantung dan sirkulasi pernapasan adalah yang paling penting dalam penyelaman dibanding olah raga yang lain. Jadi yang paling penting adalah pastikan jantung anda bekerja dengan baik sebelum menyelam. Sebelum terjun ke laut, latih jantungmu untuk memperoleh frekwensi yang benar, intensif dan normal. Salah satunya perbanyak aerobik/jogging.

Latih jantung anda sebelum menyelam!

Kamaruddin Azis (415 Posts)

Hi. I am Kamaruddin Azis. I write mostly about Community Development –especially values in community, natural resources, coastal and marine issues. I started blogging in the middle of 2007. Best Regards,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *